Atasan, Pimpinan dan Manajer, ada dimana?

Atasan, itu orang yang posisinya diatas kita, memang dia berkuasa. Bisa dikatakan Raja, berkuasa atas rakyatnya, hidup dan matinya. Dia atasan, jelaslah posisinya di atasberhak mengatur segalanya. Dialah penguasa, pemilik atas segalanya yang dibawah.

Pimpinan, adalah orang yang sejajar posisinya dengan kita, dia bukan diatas kita atau bahkan dibawah kita, tapi dia berada di depan kita. dialah yang memimpin, menunjukkan jalan, yang mengarahkan, yang memberikan contoh.

Sedangkan manajer, to manage, adalah orang yang mengatur, mengelola sistem dan orang-orangnya. Secara hirarki kemanusiaan dia juga berada sejajar dengan kita, sebagai rekan kerja, namun memiliki mandat dan tanggung jawab yang lebih besar dari kita.

Celakanya saat ini direpublik ini, banyak sekali raja-raja kecil, atau atasan-atasan yang sok berkuasa, mengendalikan hidup bawahannya. Baru saja jadi supervisor, namun kuasanya laksana Direktur Utama. Otak kosong tapi tidak tahu harus bagaiman, dengan kekuasaannya menindas bawahannya, rakjat-rakjat jelata yang awam.

Saya tidak akan membahas dalam kontek manejerial modern, karena pemahaman saya tentang itu jauh dari bahasa cukup dan pakar, cukup pendapat saya sebagai orang awam saja, orang sederhana nan lugu, dan lagi belajar nulis blog lagi… he he he

Ketika atasan kita adalah seorang anaknya pengusaha atau kerabatnya dan kita berada dilingkungan perusahaan keluarga atau ibaratnya sebuah emperium/kerjaaan yang selalu dipimpin oleh ‘keluarga’ keturunan garis darah yang berwarna biru, maka biarlah. perusahaan itu miliknya dia, uang-uangnya, suka-sukalah dia memerintah bawahannya (karena dia atasan). Mau guling-gulling koprol, kosek-kosek WC, dialah yang berhak memerintah. dia yang punya duit dan kuasa (tentunya kalau zaman sekarang harus sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, kalau tidak nanti akan melanggar HAM). Mungkin itu pendapat sederhananyalah.

Akan menjadi pait sekali, jika ada orang-orang itu menjadi atasan di Pemerintahan atau BUMN, what ….? Gak boleh ada itu, dia tidak berkuasa atas jabatannya, karena bukan perusahaan keluarga, dan dia bukan anak Raja yang menguasai republik ini. Seringkali dilembaga-lembaga pemerintahan atau bahkan perusahaan milik pemerintah, pimpinan itu bertindak sebagai penguasa, bahwa segala uang yang beredar dan segala otoritas dibawahnya adalah “absolut” miliknya.

Tanpa sadar bahwa uang yang dikeluarkan itu sekali-kali bukan miliknya, tanpa sadar bahwa mobil yang berplat merah atau RF[?] atau sejenis atau mirip dengan itu adalah miliknya. Ada yang dipake buat pribadi, ada yang dipake untuk bisnis, parahnya ada yang dipake untuk ‘maksiat’ cuy, buat ‘simpanannya’. Ajeee gile, negeri ini, sedikit sekali rakjat direpublik ini tau dengan urusan seperti itu bahkan mau tau. Sudah pusing jidatnya dengan itu semua.

Akhir-akhir ini orang awam menemukan sebuah kejadian ‘menakjubkan’, seorang direktur atau selevel eselon 2 meminta untuk menukar mobil’nya’ (dinas -red) yang seharga IDR 300 juta rupiah dengan innova. Wah hebat sekali pejabat ini, tapi 2 (dua) biji cuy… yang satu dipake sebagai mobil dinasnya sendiri, sedangkan yang satu lagi untuk entahlah … terlalu awam kepala ini untuk berfikir lebih jauh dan jauh sekali…

Saya tidak berfirikir dengan hati nurani, tidak juga merasa memiliki orang yang cerdas, hanya kalimat-kalimat orang awam saja, apakah itu pantas dilakukan …?

Sudah cukup, negeri ini tidak butuh atasan, negeri ini sudah capek dengan manajer yang sok mengatur negara, negeri ini sudah tidak ingin lagi pimpinan yang keji, cukup dan cukup sudah, negeri ini membutuhkan seorang Radja yang adil dan bijaksana, itulah dia kenapa negeri ini disebut NKRI (Negara Kerajaan Republikmu Itu) :p

Merdeka …!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s